Dracin Populer: Kau Datang Sebagai Musuh, Padahal Dulu Kau Cintaku

Kau Datang Sebagai Musuh, Padahal Dulu Kau Cintaku

Kabut tipis menyelimuti Danau Lugu, serupa kenangan yang menutupi luka. Di sanalah, di tengah keindahan yang menenangkan namun rapuh, Lin Mei berdiri. Angin pagi membelai rambutnya, membawa aroma pinus dan… dendam. Lima tahun berlalu sejak hari itu, hari ketika cinta dan kepercayaannya dihancurkan berkeping-keping oleh pria yang kini berdiri di hadapannya: Zhang Wei.

Zhang Wei, dulu adalah A Wei-ku. Senyumnya adalah matahariku, genggamannya adalah pelindungku. Tapi sekarang? Ia adalah CEO dingin dari Grup Zhong, perusahaan yang telah menghancurkan bisnis keluargaku, merebut segalanya. Ia datang sebagai musuh, padahal dulu… ah, betapa ironisnya hidup ini.

"Lin Mei," suara Zhang Wei memecah keheningan. Suaranya, dulu begitu kurindukan, kini terdengar asing dan menusuk. "Kau tahu kenapa aku melakukan ini."

"Kebohongan," bisik Lin Mei, suaranya serak. "Semua yang keluar dari bibirmu hanyalah kebohongan yang manis."

Zhang Wei mendekat. Matanya, yang dulu penuh cinta, kini memancarkan kegelapan. "Aku melakukan ini untuk melindungimu."

MELINDUNGIKU?! Dengan menghancurkan keluargaku? Dengan membuatku hidup dalam kehancuran dan kerinduan?! Lin Mei tertawa getir. Tawanya bergema di danau, sebuah melodi patah hati.

Lin Mei hidup dalam bayang-bayang kebenaran yang disembunyikan. Ia tahu, dalam lubuk hatinya, ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar persaingan bisnis. Ia mulai menyelidiki, menggali masa lalu yang kelam. Setiap petunjuk yang ia temukan, setiap kebenaran yang ia ungkap, membuatnya semakin dekat dengan inti masalah… dan semakin jauh dari Zhang Wei.

Ternyata, ayah Zhang Wei adalah dalang di balik kehancuran bisnis ayah Lin Mei. Zhang Wei, yang terpaksa melanjutkan bisnis ayahnya, dihadapkan pada pilihan sulit: menghancurkan Lin Mei atau mengorbankan keluarganya sendiri. Ia memilih yang pertama, dengan harapan bisa melindungi Lin Mei dari bahaya yang lebih besar.

Namun, Lin Mei tidak butuh perlindungan seperti itu. Ia butuh KEJUJURAN. Ia butuh CINTA yang tulus, bukan kebohongan yang menyakitkan.

Konflik mencapai puncaknya di sebuah pesta amal, di mana Zhang Wei berniat mengumumkan pernikahan dengan wanita lain. Lin Mei datang, bukan untuk memohon cinta, tapi untuk membalas dendam. Dengan tenang, ia membongkar kebenaran di hadapan semua orang. Ia mengungkapkan kebohongan Zhang Wei, kejahatan ayahnya, dan kehancuran yang mereka timbulkan.

Zhang Wei terdiam, hancur di hadapan publik. Wanita yang akan dinikahinya membatalkan pertunangan. Reputasi perusahaannya tercoreng. Ia kehilangan segalanya.

Lin Mei menatap Zhang Wei, senyum tipis terukir di bibirnya. Itu bukan senyum kemenangan, tapi senyum perpisahan. Senyum yang menyimpan rasa sakit, kekecewaan, dan kebencian yang mendalam.

"Kau datang sebagai musuh," bisik Lin Mei, suaranya pelan namun menusuk. "Dan kau akan pergi sebagai kenangan… yang terkutuk."

Lin Mei berbalik dan pergi, meninggalkan Zhang Wei berdiri terpaku di tengah kerumunan. Balas dendamnya telah selesai. Ia telah membalas sakit hatinya, menghancurkan orang yang telah menghancurkannya. Tapi… apakah hatinya benar-benar merasa puas?

Beberapa bulan kemudian, Lin Mei menerima sebuah surat dari Zhang Wei. Isi surat itu hanya satu kalimat: "Apakah kau tahu, sampai akhir, aku tetap mencintaimu?"

You Might Also Like: Luke Skywalker Return Of Jedi Action

OlderNewest

Post a Comment