Cerpen Keren: Ia Tak Pernah Berjanji, Tapi Aku Tetap Menunggu

Oke, siap! Ini dia kisah dracin fantasi berjudul 'Ia Tak Pernah Berjanji, Tapi Aku Tetap Menunggu', dengan semua bumbu yang kamu minta: **Ia Tak Pernah Berjanji, Tapi Aku Tetap Menunggu** Di dunia manusia, aku dikenal sebagai Lin Mei. Seorang gadis biasa, dengan mimpi *biasa-biasa* saja. Tapi itu dulu. Sebelum aku mati. Kematianku di dunia manusia bukanlah akhir. Itu adalah gerbang. Sebuah gerbang yang membawaku ke *alam roh*, sebuah tempat di mana cahaya bulan terasa seperti sentuhan lembut, dan lentera-lentera menyala terapung di permukaan air, memantulkan bintang-bintang yang berbisik. Di alam ini, aku dipanggil Yue Xi. Bayangan-bayangan *berbicara* padaku, menceritakan kisah-kisah yang terlupakan. Bulan, *sang penjaga ingatan*, seolah mengingat namaku, mengucapkannya dengan hembusan angin yang dingin. Awalnya, aku tersesat. Kebingungan merajai. Aku tidak mengerti kenapa aku ada di sini, kenapa aku *ditarik* ke dunia yang terasa begitu asing namun begitu akrab. Kemudian, aku bertemu dengannya. Dia, bernama Bai Chen, adalah penguasa alam roh. Wajahnya setenang danau di malam hari, matanya sedalam lautan bintang. Ia tidak pernah berjanji apa pun padaku. Tidak ada janji cinta, tidak ada janji perlindungan. Hanya tatapan teduh yang membuatku merasa *aman*. Bai Chen sering membawaku ke taman *berlumut*, di mana bunga-bunga mekar dalam warna yang tak pernah kulihat di dunia manusia. Di sana, dia menceritakan legenda tentang dua jiwa yang terikat takdir, tentang pengorbanan dan pengkhianatan. Aku merasa ada sesuatu yang *tersembunyi* dalam setiap kata yang diucapkannya. Aku mulai belajar tentang kekuatan roh, tentang bagaimana memanipulasi energi, tentang bagaimana *bermimpi* dengan mata terbuka. Aku menjadi kuat, jauh lebih kuat daripada Lin Mei yang dulu. Namun, semakin aku belajar, semakin banyak pertanyaan yang muncul. Kenapa Bai Chen begitu peduli padaku? Kenapa aku merasa *tertarik* padanya, meskipun ia tidak pernah menunjukkan perasaan apa pun? Dan yang paling penting: siapa yang membunuhku di dunia manusia, dan kenapa? Pencarianku membawaku ke sebuah *perjanjian kuno*, perjanjian antara dunia manusia dan dunia roh. Perjanjian yang dilanggar, dan pelanggaran itu mengancam untuk menghancurkan kedua dunia. Aku menemukan bahwa kematianku bukanlah kecelakaan. Itu adalah bagian dari rencana yang lebih besar, rencana yang dirancang oleh kekuatan *gelap* yang ingin menguasai segalanya. Aku juga menemukan rahasia yang lebih mengerikan lagi: Bai Chen bukanlah seperti yang terlihat. Ia adalah *keturunan* dari pengkhianat yang melanggar perjanjian kuno. Ia seharusnya menjadi musuhku, namun entah mengapa, ia melindungiku. Namun, benarkah ia melindungiku? Atau ia hanya memanfaatkanku? Apakah perasaannya tulus, atau hanya bagian dari *manipulasi* yang lebih rumit? Pada akhirnya, aku menemukan jawabannya. Yang mencintai bukanlah Bai Chen. Yang mencintai adalah bayangan yang selalu mengikutiku, roh kuno yang terikat padaku sejak lahir, roh yang *mengorbankan* segalanya untuk melindungiku dari bahaya. Bayangan itulah yang memanipulasi takdir, membawaku ke alam roh, dan menuntunku untuk mengungkap kebenaran. Bai Chen hanyalah *pion*, sama seperti diriku. Ia digunakan oleh kekuatan gelap untuk mencapai tujuannya. Namun, di saat terakhir, ia memilih untuk *melawan*, mengorbankan dirinya untuk melindungiku dan mengembalikan keseimbangan antara kedua dunia. Saat ia menghilang, hanya ada *kesunyian*. Kesunyian yang dipenuhi dengan penyesalan dan kehilangan. Aku berdiri di bawah bulan, air mata mengalir di pipiku. Aku tidak pernah berjanji untuk menunggunya, tapi aku akan tetap menunggu. *Debu bintang akan menari, sampai takdir yang terlupakan kembali.*
You Might Also Like: Soothe Mouth Ulcers Instantly With Our

Post a Comment